February 9, 2013

Gone forever

Kata mama, ketika ada salah satu keluarga pergi jauh bertahun-tahun rasanya akan biasa saja sepinya TAPI ketika salah satu keluarga 'gone forever' untuk 'berpulang' rasanya kosong walaupun itu baru 1hari

Eniwei apakah ini rasanya tidak ikhlas, ketika kita menangisi keluarga kita yang sudah pergi?

Air mata selalu tiba-tiba menetes tiap teringat percakapan ringan dengan oom saya beberapa waktu lalu..memang sudah lampau tapi masi teringat di benak saya

Lucu memang kalo ingetnya, saya selalu menghindari makan dimeja yang sama dengan om saya. saya berasa duduk dikursi panas ketika duduk di kursi makan kediaman om di gunung batu. Tau kenapa alasannya? Om saya suka tiba-tiba mereview pelajaran yang saya dapat di kampus. Lil bit funny but its true..

'apa itu manajemen?'
'sebutkan prinsip manajemen'

or kadang diselingi pertanyaan tentang kisah cinta saya

'wah..pacaran jarak jauh. Yang diobrolin apa aja tuh kalo sms?'
'ketemuannya gimana tu?'

Ya kini, kursi panas itu telah mendingin seiring kepergian om saya 3 hari lalu.

One thing i can be sure...oom in sha Allah akan dapat tempat yang terbaik di sisi Allah. Selalu sehat ya oom disana..

February 7, 2013

Selamat jalan oom Sjafri

Teringat sore 6tahun lalu saya tiba-tiba di panggil ke rumah oom setelah pulang kerja

Oom: han, katanya mau sekolah lagi?
Saya: iya oom #pgnSekolahLgTpTidkDithnItu
Oom: ya udah daftar aja besok ke pasca
Saya: tapi oom..bsk udh penutupan dan semua syarat belum ada
Oom: daftar aja dulu..lainnya nyusul. Jangan pernh merasa hutang budi ato apapun. Yang om minta hanya km belajar dgn baik dan bisa membanggakan keluara besar kita
Saya: iya oom #spechless

Yupe saya akhirnya menyelesaikan S2 saya di major ilmu manajemen yg merupakan bentukan om saya sendiri, dengan sponsor dari bapak prof. Dr. Ir. Tb. Sjafri Mangkuprawira dan tante Prof. Dr. Ir. Aida vitayala hubeis.

Eniwei ada perasaan sedih juga teringat beberapa hal tentang oom. Beberapa bulan lalu ketika terbaring dirumah sakit, dalam keadaan susah bernafas masi sempat bertanya 'bagaimana pekerjaan saya, apakah saya masi ama yang 'itu', kapan saya mau menikah' dan kemudian  om minta ditemani makan siang saat itu

Selamat jalan ya oom..semoga oom dapat tempat yang trbaik disisi Allah..

March 19, 2012

Jika Saatnya Tiba

Firman Allah SWT:“Seseorang tidak tahu pasti apa yang akan diperbuatnya besok pagi, dan tidak pula mengetahui secara pasti di bumi/daerah mana ia akan mati” (QS. Luqman: 34).

Dikisahkan ketika Allah mencipta Al-Maut (kematian) dan menyerahkan kepada Izrail, maka berkata malaikat Izrail, “Wahai Tuhanku, apakah Al-Maut itu?”. Maka Allah menyingkap rahsia Al-Maut itu dan memerintah seluruh malaikat menyaksikannya. Setelah seluruh malaikat menyaksikannya Al-Maut itu, maka tersungkurlah semuanya dalam keadaan pengsan selama seribu tahun. Setelah para malaikat sedar kembali, bertanyalah mereka, “Ya Tuhan kami, adakah makhluk yang lebih besar dari ini?” Kemudian Allah SWT berfirman: “Akulah yang menciptakannya dan Akulah yang lebih agung daripadanya. Seluruh makhluk akan merasakan Al-Maut itu”.

Kemudian Allah memerintahkan Izrail mengambil Al-Maut. Walau bagaimanapun, Izrail khuatir jika tidak terdaya untuk mengambilnya sedangkan Al-Maut lebih agung daripadanya. Kemudian Allah memberikannya kekuatan, sehinggalah Al-Maut itu menetap di tangannya. Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya.

100 hari sebelum kematian – Ini adalah tanda pertama dari Allah kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma sama ada mereka sedar atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.

40 hari sebelum kematian – Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arasy Allah. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

7 hari sebelum kematian – Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba ianya berselera untuk makan.

3 hari sebelum kematian – Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu di antara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

1 hari sebelum kematian – Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Hari kematian – Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda, “Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu”.

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi, “Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail. Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang disekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya”.

Sama-sama kita renungkan.

Apakah benar-benar kita sudah siap menghadapinya?
Setiap hari kita berbuat dosa
Menyakiti sesama
Berbuat durhaka ke orang tua
Melakukan maksiat
Bersikap tidak jujur
Apakah kita benar benar siap menghadapi kematian?
Sudahkah bekal kita cukup?

“… ketika ajal mereka tiba, mereka tiada daya menangguhkannya ataupun menyegerakannya sesaatpun” (QS. Al-A’raf: 34).

Ya Allah, ampuni semua khilaf dan dosa kami ya Allah
Berikanlah tempat yang pantas ketika kami berpulang padaMu ya Allah

March 16, 2012

J.O.D.O.H

kalo ditanya "kapan nikah?", 'kok belum nikah-nikah juga?"
welll secara jujur akupun ga bisa menjawab dengan pasti waktu dan alasannnya. hidup, mati, rejeki dan jodoh memang Tuhan yang atur, tapi perlu kita inget kalo kita tidak berusaha gimana mau dapet heheheheh

soal usaha, aku pikir sih mungkin udah lebih dari cukup uhmmm apa dari faktor doanya kurang kenceng kali yeeee ^_^

Sometimes terasa "sesek" juga sih ketika ada seseorang yang bertanya "udah berumur 29 kok belum nikah juga. pasti ada apa-apanya tuh" well..kalau saja aku tau kenapa umur 29 aku belum nikah pasti aku jawab degh..lagi-lagi aku cuman bisa tersenyum dan berguman dalam hati "cuman Allah yang tahu alasannya"

Kadang ketika merebahkan kepala di atas bantal, aku sering berguman dan bertanya kepadaNya "Ya, Allah jodohku dimana? siapakah dia? sedang apakah dia?" di lain sisi akupun bergumam hal yang lain "mungkin di belah bumi bagian manannya yang aku ga tau, ada seseorang yang sedang bergumam hal yang sama, bisa jadi mungkin dia jodohku"

Yakinlah, jika proses ikhtiar kita baik, maka akan baik pulalah pemberianNya .dan berdoalah selalu, jika kita memilih seseorang untuk menggenapkan dien kita, semoga keputusan itu adalah bimbinganNya. Jangan takut dan jangan risau jika belum bertemu dengan belahan hati, Dia akan memberikannya dengan cara yang tepat dan baik jika kita bersabar dalam ikhtiar,insyaAllah

ya Allah, jagalah hati ini, untukMu dan untuknya, pasangan hidup kami yaAllah,jagalah diri ini, untukMu dan untuknya, pasangan hidup kami ya Allah, pertemukanlah diri ini dengannya dengan proses yang baik menuju ikatan suci yang Engkau ridhoi dan Engkau berkahi suatu saat nanti...
ya Allah, semoga pasangan hidup kami nanti adalah jodoh kami dunia dan akhirat amiiin.3x

February 10, 2012

Doa Sholat istikhoroh

Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengajarkan kepada para sahabat untuk beristikharah, dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan mereka surat Al-Qur’an.
Beliau bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian hendak melakukan sesuatu hal, hendaknya dia melaksanakan shalat dua rakaat selain shalat wajib, kemudian berdo’a:


((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ))

“Ya Allah, aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dengan keutamaan-Mu yang Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini (di sebutkan apa yang menjadi persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku dan akhir urusanku kelak [dalam jangka pendek maupun panjang], maka takdirkanlah hal itu bagiku dan mudahkanlah aku untuk mendapatkannya, kemudian berkatilah aku dalam hal tersebut. Dan apabila Engkau mengetahui perkara ini tidak baik, dalam agamaku, hidupku atau akhir urusanku kelak [dalam jangka pendek maupun panjang] maka jauhkanlah perkara tersebut dariku dan hindarkanlah diriku darinya, lalu takdirkanlah yang baik buat diriku bagaimanapun adanya kemudian aku ridha dengannya”. [Hadits Riwayat Al-Bukhari VII/162]

Tidak akan menyesal orang yang meminta pilihan kepada Yang Maha Pencipta lalu bertukar fikiran dengan kaum mukminin baru kemudian meneguhkan prinsipnya dalam persoalan yang dihadapi. Karena Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah..” [QS. Ali Imraan: 159]